BeritaInternasional

Tiga Helikopter Chinook Jepang Digeser ke Ketapang untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

18
×

Tiga Helikopter Chinook Jepang Digeser ke Ketapang untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Share this article

KETAPANG, Damarcakranews.id- Tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces/JSDF) secara resmi digeser ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (21/9/2026). Langkah taktis ini diambil untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi pemadaman udara yang lebih intensif di wilayah selatan.

​Keputusan pergeseran daerah operasi tersebut merupakan hasil evaluasi komprehensif antara Pemerintah Indonesia, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan hasil evaluasi, Kecamatan Kendawangan disiapkan sebagai titik fokus utama operasi udara karena masih memiliki sejumlah kawasan terbakar yang membutuhkan intervensi cepat dari udara.

​Rincian Jadwal dan Operasi Udara

​Kedatangan Awal: Armada udara ini sebelumnya tiba di Terminal Kijing menggunakan kapal militer JS Kunisaki pada 10 September 2026.

​Masa Operasi: Misi penyiraman air (water bombing) di Ketapang dijadwalkan berlangsung selama lima hari sebelum armada ditarik kembali ke Pelabuhan Kijing.

Fokus Padamkan Karhutla, Tiga Helikopter Chinook Jepang Resmi Digeser ke Ketapang

​Uji Coba Sukses: Sebelumnya, salah satu helikopter Chinook telah sukses melakukan uji coba pemadaman di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, dengan menyiramkan sekitar 5.000 liter air menggunakan perangkat Bambi Bucket.

​Penegasan Kedaulatan dan Kendali Operasional

​Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelibatan alutsista asing dalam misi ini murni berada dalam kerangka kerja sama kemanusiaan dan penanggulangan bencana, tanpa sedikit pun mengabaikan kedaulatan negara.

​Seluruh kendali operasional, perizinan terbang, hingga aspek keamanan tetap berada di bawah pengawasan penuh komando TNI. Sebagai bentuk pengamanan dan koordinasi ketat, TNI juga menempatkan personel safety officer dari tiga matra untuk mendampingi setiap penerbangan misi. Kolaborasi internasional ini diharapkan mampu memaksimalkan kapasitas pemadaman udara nasional, terutama di titik-titik krusial yang sulit dijangkau melalui jalur darat. (Tim Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *