Lumajang, Damarcakranews.id- Pada hari ini, Sabtu, 18 Juli 2026, Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Erupsi tercatat terjadi pada pukul 06:21 WIB dengan memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak (sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut).
Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu tersebut tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang tebal. Arah sebaran abu terpantau condong ke tiga arah utama, yakni timur laut, tenggara, dan selatan. Aktivitas erupsi ini terekam dengan jelas pada seismogram, menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dengan durasi letusan selama 6 menit 35 detik.
Selain kolom abu, erupsi ini juga disertai dengan Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh kurang lebih 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan.
Status dan Rekomendasi Keamanan
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya yang masih tinggi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan instruksi tegas bagi masyarakat dan pendaki:
Zona Terlarang Sektor Tenggara: Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari pusat erupsi.
Waspada Sempadan Sungai: Di luar radius tersebut, masyarakat diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini rawan terkena perluasan awan panas dan aliran lahar yang berpotensi mencapai jarak hingga 17 km dari puncak.
Radius Puncak: Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak gunung karena ancaman bahaya lontaran batu pijar.
Waspada Aliran Lahar: Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar, terutama di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai kecil di sekitarnya.
Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang, terus mengikuti arahan dari pihak berwenang, dan memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal resmi PVMBG atau aplikasi MAGMA Indonesia.
Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini, silakan akses magma.esdm.go.id atau ikuti media sosial resmi PVMBG di linktr.ee/PVMBG.












