BeritaDaerah

Geger di Kemlagi Lor: Warga Geruduk Balai Desa, Minta Dugaan Hubungan Ayah Tiri dan Anak Tiri Diusut

90
×

Geger di Kemlagi Lor: Warga Geruduk Balai Desa, Minta Dugaan Hubungan Ayah Tiri dan Anak Tiri Diusut

Share this article

LAMONGAN, Damarcakranews.id— Suasana malam di Desa Kemlagi Lor, Kecamatan Turi, Lamongan, mendadak memanas. Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi Balai Desa Kemlagi Lor, Senin (31/8) malam.

Mereka datang membawa keresahan menyusul kabar seorang perempuan berinisial Cn (21), yang tidak bersuami, melahirkan seorang bayi laki-laki. Warga menduga bayi tersebut merupakan hasil hubungan antara Cn dengan Kis (67), pria yang disebut sebagai ayah tirinya.

Dugaan itu sontak menjadi perhatian warga, terlebih Cn diketahui tinggal satu rumah bersama ibu kandung dan ayah tirinya di Dusun Brasan, Desa Kemlagi Lor.

Sejumlah warga bahkan menyebut persoalan serupa bukan kali pertama terjadi. Salah seorang warga mengaku mengetahui bahwa Cn sebelumnya juga pernah melahirkan dan saat itu muncul pengakuan yang mengaitkan Kis sebagai ayah biologis bayi tersebut.

“Dulu sudah pernah melahirkan dan diakui itu hasil perbuatan ayah tirinya. Namun masalah itu tidak berlarut. Sekarang melahirkan lagi. Keluarganya memang tertutup,” ujar seorang warga.

Kabar tersebut kemudian memantik keresahan. Sejumlah pemuda bersama warga akhirnya mendatangi Balai Desa Kemlagi Lor untuk meminta pemerintah desa mengambil sikap atas persoalan yang dinilai telah meresahkan masyarakat.

Sejumlah perwakilan warga, termasuk kakak kandung Cn, diterima dalam pertemuan dengan Kepala Desa Kemlagi Lor Abdul Rohim. Kepala Dusun Brasan juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Musyawarah berlangsung dengan pendampingan petugas Polsek Turi dan Babinsa. Sementara itu, puluhan warga, termasuk kaum ibu, tetap bertahan di luar balai desa sembari menunggu hasil pertemuan.

Salah seorang perwakilan warga menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan adanya tindakan tegas terhadap Kis. Bahkan, muncul desakan agar pria tersebut meninggalkan desa.

“Kami berharap ada tindakan tegas. Kalau perlu Kis diusir dari desa karena sudah membuat aib desa,” ujarnya.

Warga juga menyebut persoalan tersebut tidak menutup kemungkinan dibawa ke ranah hukum. Kakak kandung Cn disebut berencana membuat laporan kepada kepolisian.

“Ada kakak kandung Cn yang rencananya melaporkan ke polisi. Kalau ibunya, meskipun tahu perbuatan Kis, kemungkinan tidak akan melaporkan,” katanya.

Musyawarah antara pemerintah desa, keluarga dan perwakilan warga berlangsung selama beberapa waktu.

Namun, usai pertemuan, Kepala Desa Kemlagi Lor Abdul Rohim memilih tidak memberikan penjelasan kepada warga maupun awak media. Ia terlihat keluar dari ruangan dan langsung berpamitan untuk pulang.

Sikap tersebut membuat belum terungkap secara jelas langkah apa yang akan diambil pemerintah desa terkait persoalan yang telah menjadi perhatian masyarakat tersebut.

Sementara itu, petugas Polsek Turi yang berada di lokasi membenarkan adanya musyawarah di Balai Desa Kemlagi Lor.

Menurutnya, pertemuan melibatkan kepala desa, perangkat desa, pihak keluarga dan warga. Polisi hadir untuk memastikan proses musyawarah berlangsung aman dan kondusif.

“Sudah ada hasil musyawarah untuk solusi dan berjalan aman serta tertib,” kata petugas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kis maupun Cn terkait dugaan tersebut. Belum diketahui pula apakah laporan resmi telah dibuat kepada kepolisian.

(Tim Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *