Kuala Lumpur, Malaysia, Damarcakranews.id– Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah (IKBAL TABAH) Malaysia menggelar Peringatan Maulidur Rasul dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (TABAH), yang dirangkai dengan temu kangen serta ngaji bersama pengasuh, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Jl. Kolam Air 2 off Jln. Ipoh, Sentul, Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia, ini dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, simpatisan, wali santri, serta masyarakat Malaysia.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji, KH. Moh. Sahlul Khuluq, Lc., M.H.I., beserta Bu Nyai. Turut hadir Ketua Umum IKBAL TABAH Pusat, Anas Thoha, S.H.I., Sekretaris Jenderal IKBAL TABAH, Imam Syafi’i, S.Pd.I., serta pengurus IKBAL TABAH, Abdus Salam, S.Pd.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaralumni sekaligus meneguhkan kecintaan kepada pesantren dan para masyayikh, meskipun para alumni berada jauh dari tanah air.
Pengasuh TABAH: Jarak Tidak Memutus Mahabbah kepada Pesantren
Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji, KH. Moh. Sahlul Khuluq, Lc., M.H.I., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh alumni TABAH di Malaysia yang terus menjaga kecintaan serta hubungan dengan pesantren.
“Alhamdulillah, meskipun jauh dari pesantren, rasa cinta, mahabbah, dan keinginan untuk tetap menyambung sanad dengan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah terus berlanjut dan terjalin hingga hari ini. Matur suwun, terima kasih kepada seluruh alumni di Malaysia yang terus memperkuat jaringan kealumnian dan menjaga kecintaan kepada Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah dari negeri jiran,” ungkapnya.

Menurut beliau, keberadaan IKBAL TABAH Malaysia menjadi bukti bahwa hubungan antara santri dan pesantren tidak terputus setelah para santri menyelesaikan pendidikan. Ikatan batin, nilai-nilai keilmuan, serta keberkahan dari para masyayikh diharapkan terus menyertai perjalanan hidup para alumni di mana pun berada.
Anas Thoha: Perkuat Jejaring Alumni di Dalam dan Luar Negeri
Ketua Umum IKBAL TABAH Pusat, Anas Thoha, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk eksistensi dan komitmen bersama dalam merawat kecintaan terhadap Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah.
“Ini menjadi salah satu bentuk eksistensi kita bersama dalam mencintai Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah. Di mana pun kaki kita melangkah, kita tetap berharap mendapatkan barokah dan tetap ingin dianggap sebagai santri dari para masyayikh. Semoga IKBAL TABAH Malaysia selalu eksis dan terus menjalin silaturahmi,” tuturnya.
Anas Thoha menegaskan bahwa IKBAL TABAH Pusat akan terus memperkuat jejaring alumni, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara tempat para alumni TABAH berada.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada IKBAL TABAH Malaysia yang tetap menjaga komitmen bersama dalam mencintai Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah. Harapannya, jejaring alumni semakin kuat, silaturahmi terus terjaga, dan semangat perjuangan para masyayikh tetap hidup dalam diri setiap alumni, di mana pun mereka berada,” tambahnya.

Merawat Tradisi Pesantren Melampaui Batas Negara
Peringatan Maulidur Rasul dan Haul Masyayikh ini bukan sekadar menjadi ajang berkumpulnya para alumni, melainkan juga sarana menjaga tradisi keilmuan pesantren, mengenang jasa para masyayikh, serta memperkuat hubungan spiritual antara santri, alumni, dan pengasuh.
Melalui pengajian bersama dan silaturahmi, IKBAL TABAH Malaysia menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan para alumni, meskipun mereka kini menetap dan beraktivitas di luar negeri.
Dengan dihadiri sekitar 300 peserta, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kekompakan IKBAL TABAH Malaysia, memperluas jejaring alumni lintas negara, serta menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan perjuangan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah.
Semangat mahabbah kepada pesantren, menjaga sanad keilmuan, serta menghormati jasa para masyayikh menjadi fondasi dalam merawat persaudaraan alumni. Sebab, sejauh apa pun langkah para santri, ikatan dengan pesantren dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup para Alumni (Tim Redaksi)












