Lamongan, Damarcakranews.id- Hari ini Rabu, 30 September 2026 awak media dan LSM mendatangi kembali gudang Bulog Sukorejo Lamongan untuk melihat kembali apakah papan nama yang dijanjikan sudah terpasang.
Ketika mengawali liputan, dari pihak security belum bisa memperbolehkan masuk menunggu kepala gudang untuk datang menemui.
Sementara di dalam kantor ada tamu dari cabang Bulog Bojonegoro juga belum mau menemui dan tidak begitu lama mereka keluar lokasi Bulog Sukorejo Lamongan.
Lukman sebagai kepala gudang Bulog Sukorejo Lamongan ketika datang dan dimintai ijin masuk memotret papan nama yang belum dipasang seakan mau menghalangi dengan alasan daerah kawasan vital milik negara.
” Sesuai arahan dari pimpinan di Bojonegoro tidak diperbolehkan untuk masuk ke wilayah vital milik negara sehingga saya hanya melaksanakan perintah saja.” Jelasnya.

Dari pihak awak media menjelaskan tentang keterbukaan informasi publik bahwa setiap anggaran yang di biayai oleh negara wajib memasang papan nama, baru Lukman kepala gudang Bulog mempersilahkan masuk untuk memotret.
Dari papan nama yang sudah terpasang pihak kontraktor sepertinya kurang profesional karena papan nama terpasang tidak di buatkan rangka sehingga hanya ditempelkan di dinding gudang Bulog Sukorejo, padahal biasanya sudah ada anggaran pembuatan papan nama yang dimasukkan ke RAB.
(Tim Redaksi)












